Kain Tradisional yang Mendunia

Kain Tradisional yang Mendunia

 

Batik begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Ia digunakan dalam berbagai kesempatan, dari momen penting dan formal hingga rutinitas harian.

Sebelumnya, batik kerap dianggap sebagai pakaian formal. Gayanya dinilai kaku dan sulit dikreasikan.
Tak hanya dikenakan saat menghadiri undangan pernikahan atau acara formal lainnya. Namun, batik bermetamorfosa, berbagai instansi pemerintahan dan perusahaan mulai mewajibkan penggunaan batik di hari-hari tertentu. Bahkan, terkadang batik juga ‘tertangkap’ di area-area publik, membalut tubuh banyak orang yang ada di sana.

Batik adalah kain yang dilukis menggunakan canting dan cairan lilin malam sehingga membentuk lukisan-lukisan bernilai seni tinggi diatas kain. Kalau orang bilang batik merupakan seni tanpa makna, itu salah. Sebenarnya batik adalah sebuah kesenian yang penuh dengan makna. Batik bukan hanya sekedar corak yang digambar oleh seniman batik.

Dengan sehelai kain batik, kita bisa membuat beragam desain busana sesuai keinginan kita. Tak cukup sampai situ, kita pun bisa menggunakan tas atau sepatu batik untuk sehari-hari.

Memang sih, harga kain batik tradisional itu tak murah. Tapi, kita tidak sedang membeli kainnya saja kan. Cobalah sesekali tengok ke pameran UKM, di sana banyak menjual produk-produk yang menggunakan kain batik tradisional. Atau buka Instagram dan kalian akan temukan beberapa online shop yang menjual kain batik, busana, tas hingga sepatu batik. Harganya? Murah meriah alias terjangkau kantong. Kualitas? Bisa diadu dengan brand terkenal.

Awalnya, tradisi membatik ini hanya dikenal di dalam wilayah kerajaan. Batik menjadi sesuatu yang ‘ningrat’ dan eksklusif. Ia hanya digunakan sebagai pakaian raja dan para pembesar kerajaan. Namun, perlahan tradisi batik mulai menjalar ke wilayah luar kerajaan.

Teknik batik sendiri telah diketahui sejak lebih dari seribu tahun silam. Diduga, teknik membatik berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Teknik batik itu meluas di beberapa negara, termasuk salah satunya di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, tradisi batik terus meluas di Nusantara, khususnya Pulau Jawa, pada akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Saat itu, pembuatan batik hanya menggunakan metode tulis. Motif yang berkembang pun tak jauh dari gambaran hewan dan tumbuhan. Namun, perlahan metode pembuatan batik terus berkembang. Batik cap, misalnya, yang mulai dikenal usai Perang Dunia I atau sekitar 1920an.

Tahun-tahun berlalu, popularitas batik Indonesia kian melonjak. Hingga pada 2009 lalu, Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan alias UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. UNESCO menilai bahwa teknik, simbol, dan budaya batik melekat dengan jalan panjang kebudayaan Indonesia.

2 Oktober 2009 merupakan awal sejarah baru untuk batik di tanah air. Di tanggal tersebut, UNESCO menetapkan bahwa batik merupakan warisan budaya dari Indonesia. Euforia pun melanda seluruh masyarakat. Kini, setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional. Barangkali, inilah yang membuat gairah industri batik kembali menggeliat.

Kita patut berbangga dan berterima kasih pada para leluhur karena mereka berhasil memadukan unsur seni, budaya dan alam dalam sehelai kain batik. Satu warisan yang membuat bangsa kita memiliki identitas tersendiri di mata dunia internasional.

Tetap rawat dan jaga peninggalan budaya Indonesia supaya jati diri bangsa tetap ada !!

Ada koleksi batik terkini yang  fashionable disini :

http://reyhan-store.com/product-category/pria/pakaian-pria/batik-pria/

http://reyhan-store.com/product-category/fashion-wanita/pakaian-wanita/batik-wanita/

 

 

Leave a Reply

Close Menu
Translate »
×
×

Basket